cinta tak direstui orangtua

Cinta dan restu orangtua, dua unsur penting dalam sebuah hubungan asmara. Terlebih bagi mereka yang memiliki impian untuk membawa hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Hidup memang tak berumus, tidak ada ketentuan baku yang absolut. Ada kalanya hubungan telah direstui orangtua namun kemudian harus kandas oleh berbagai kemungkinan, perselingkuhan, ketidak cocokan, atau mungkin kematian. Begitupun sebaliknya, cinta yang terhalang restu orangtua ( cinta tak direstui orangtua ) terkadang bisa juga berhasil namun tak jarang yang harus kandas dengan rasa sakit yang tak terkira.

Mungkin anda juga merasakan betapa sakitnya hubungan cinta tanpa restu orangtua. Disini anda dihadapkan pada permasalahan yang dilematis, memilih kebahagiaan sang kekasih atau orangtua. Terlebih jika anda adalah seorang yang agamis dengan karakter yang masih sedikit tradisionalis. Restu orangtua adalah harga mati. Lalu bagaimana menyikapinya, dibawah ini akan saya jelaskan beberapa tips untuk anda yang berada dalam kegelisahan hubungan tanpa restu orangtua ;

1.    Pahami alasan hubungan anda tidak mendapat restu orang tua
Orangtua, hampir 100% menginginkan agar anaknya bahagia. Setiap tindakan dan keputusan yang di ambil oleh orangtua pastinya mengarah pada kebahagiaan anak – anaknya walapun terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sahabat saya, setelah lulus SMA bersikeras ingin masuk di fakultas hukum namun orangtuanya lebih menginginkan anaknya untuk masuk di fakultas keperawatan. Ayah dan anak ini sempat pula bertengkar, hingga akhirnya sang anak mengikuti kehendak orangtua dan sampai sekarang sahabat saya telah menjadi perawat di salah satu rumah sakit daerah di daerah saya.
Pada kasus di atas, baik si ayah maupun sahabat saya, sama – sama berfikir untuk kebahagiaan. Mereka mempunyai tujuan yang sama. Hanya saja jalan berfikir mereka lah yang berbeda. Maka pahami lah cara berfikir orangtua, bagaimana dan apa alasan mereka. 

penting pula untuk berfikir melingkar yakni memposisikan diri anda pada posisi orangtua.

Hal terpenting yang harus anda perhatikan adalah jangan sampai komunikasi antara anda dengan orangtua anda terputus. Sering-seringlah berbincang dengan orangtua agar anda memahami karakter dan alasan alasan serta cara berfikir orangtua anda.

2.    Jangan hanya gunakan perasaan, KARENA rasio anda juga penting

Awal tahun kemarin, sebuah kisah nyata terjadi. Hubungan cinta yang berakhir tragis terjadi hingga masuk dalam berita di tv swasta nasional. Sepasang kekasih yang tak mendapat restu orangtua, kabur dari rumah dan pergi ke kota Bekasi. Yang terjadi kemudian kekasih perempuan tewas mengenaskan di bunuh dengan cara didorong ke rel sehingga tertabrak kereta.

Anda pasti bisa merasakan betapa sakitnya orangtua ketika setelah lama menghilang, kemudian datang sebuah kabar dan kabar tersebut ternyata adalah kabar kematian sang putri satu -satunya. Setelah di telusuri, kekasih pria adalah seorang berandal yang pernah dikeluarkan dari sekolahnya karena seringnya melakukan pelanggaran, mabuk-mabukan, berkelahi dan sebagainya.

Siapapun ketika ditanya, kekasih seperti apa yang anda inginkan? Sudah pasti jawabnya. Kekasih yang baik. Namun jika cinta sudah terlanjur menancap ke dalam hati, rasio seakan di jungkir balikan. Segala hal menjadi terbalik.

Penting bagi anda untuk menyeimbangkan antara rasio dan perasaan. Banyak kasus terjadi dimana sepasang kekasih ketika pada masa pacaran menikah dengan berlandaskan pada cinta “saja” kemudian setelah menikah akhirnya berpisah, lebih tragis lagi adalah ANAK-ANAK ANDA kemudian merasakan derita kelaparan kemiskinan dsb.

Anda tidak di ajari untuk materialistis, yang harus anda lakukan adalah belajar realistis dengan menyeimbangkan rasionalitas anda dengan perasaan anda. Ingat !!! sebuah perkawinan, pernikahan dan mahligai rumah tangga tak berjalan satu atau dua tahun tapi selama hidup. Yang lebih parah, perasaan sangat mudah berubah, sedangkan realita lebih sering berjalan apa adanya. Jadi, pikirkanlah segalanya dengan alasan – alasan yang bisa anda pertanggungjawabkan. Anda boleh memperjuangkan perasaan anda tentu tanpa mengabaikan pemikiran logis tentang sebab dan akibat, baik dan buruk, positif dan negatif dari keputusan anda dan yang lebih penting lagi, siapkah anda dengan konsekuensi yang akan anda terima?

3.    Perjuangkan cinta anda dengan cara yang indah

Disinilah seluruh kemampuan anda di uji, bukan hanya cinta anda namun juga kemampuan berfikir anda. Setelah anda mengenali alasan kenapa orang tua anda tidak setuju dengan hubungan anda. Kemudian anda mencoba berfikir logis membandingkan antara baik dan buruknya. Anda kemudian ditunut untuk melakukan perubahan.

Jika orangtua anda tidak setuju karena pasangan anda miskin, tak punya pekerjaan tetap. Buktikan kepada mereka bahwa pasangan anda bisa jadi orang berkecukupan, pantaskan diri pasangan anda dan bantulah dia selalu agar pasangan anda selalu yakin pada dirinya. Dan jika anda seorang yang miskin tersebut, jangan jadikan penilaiyan satu sisi orangtua pasangan kita sebagai pelemah sehinga anda berkecil hati dan mundur secara teratur. Jika anda seorang lelaki, maka perjuangkan cinta anda dengan cara pantaskan diri anda, anda miskin, maka pantaskan diri anda dengan keberkecukupan, anda seorang pengangguran, silahkan anda pantaskan diri anda dengan mencari pekerjaan yang tetap atau buatlah usaha atau bisnis yang sekiranya dapat membuat anda mapan secara finansial.

Anda seorang yang dipandang kurang baik? Pantaskan diri anda dengan perubahan diri, buktikan anda juga bisa jadi orang yang baik. Jika anda memang cinta, anda akan melakukan segalanya demi orang yang anda cinta serta rela berjuang meskipun jalan yang akan anda lewat penuh semak berduri, kerikil tajam yang harus anda injak atau badai yang harus anda terjang.
" Keyakinan diri yang tinggi dengan selalu berani mencoba membuat anda semakin kuat. 
Cinta yang seperti ini akan membuat anda semakin produktif, 
cinta yang membuat anda akan semakin sukses, 
cinta yang mampu merubah hamba sahaya menjadi raja, 
cinta yang mampu merubah debu menjadi emas berharga."

Dan jangan sekali – kali anda ingin melakukan hal – hal konyol seperti kawin lari. Carilah jalan – jalan yang baik agar orangtua anda dan pasangan anda menjadi percaya bahwa anda adalah seorang yang bertanggung jawab dan dapat berfikir dewasa. Tunjukan keberanian dan keseriusan anda dalam mencintai. Luluhkan hati mereka dengan cara – cara yang berkelas bukan dengan cara – cara berandalan dan saya percaya anda pasti bisa.

Kiranya demikian artikel  cinta tak direstui orangtua ini. Semoga kita selalu diberi kemudahan dalam bercinta. Keindahan dalam berhubungan. Kedewasaan dalam berfikir dan kesuksesan dalam membina rumah tanga.- amin.