Cinta Buta: Cinta yang Membutakan Hati dan Logika

Cinta itu buta, begitulah yang sering dikatakan oleh banyak orang. Ketika anda sedanga dimabuk cinta, di sudut hati anda yang terdalam, anda mungkin tidak bisa menampik kenyataan ini, bahwa cinta itu buta. Cinta mampu membutakan hati dan logika anda yang sebelumnya bekerja dengan baik, mampu memilih dan memilah mana yang boleh, yang tidak boleh, dan yang memang seharusnya dilakukan. Namun ketika cinta datang, semua hal menjadi terlalu indah untuk ditampik, terlalu bahagia untuk ditolak. Hasilnya, hati dan logika sudah tidak sejalan lagi. Inilah yang dinamakan cinta buta.

Cinta Membutakan Hati

Cinta yang buta bisa datang karena anda terlalu mencintai pasangan anda. Rasa cinta yang perlahan semakin tumbuh dan begitu kuat akan membuat hati menjadi buta. Hati tidak akan bisa lagi memisahkan mana cinta mana nafsu. Inilah yang dinamakan cinta itu buta. Lama-kelamaan, hati anda akan dipenuhi nafsu, bukannya cinta. Kalau sudah begitu, maka segala macam cara bisa saja dilakukan demi menyalurkan hasrat dan nafsu tersebut. 

Ketika hati telah buta dan cinta telah terbelenggu oleh nafsu, maka akan semakin sulitlah kita untuk keluar dari belenggu itu. Cinta yang ada telah terlanjur dinodai. Maka, ketika nafsu tidak bisa lagi tersalurkan, cinta akan terasa hambar. Padahal konsep awal cinta yang anda punya adalah cinta yang tulus, cinta yang membuat orang saling menghormati, bukan saling meminati. Sebelum terjebak lebih jauh, harus ada keinginan yang kuat dari dalam diri untuk kembali ke fitrah cinta yang sesungguhnya. Tapi, untuk kembali ke fitrah cinta, bukan hanya anda yang harus berusaha, melainkan harus dilakukan bersama dengan pasangan anda.

Cinta Membutakan Logika


Ketika hati sudah mulai buta, maka logika pun akan dengan mudah dibutakan oleh cinta. Maka, istilah cinta itu buta memang benar adanya. Orang yang telah dibutakan oleh cinta dengan mudah akan melupakan segalanya. Baginya, yang terpenting adalah ia bisa bersama dengan orang yang dicintainya, tidak peduli keputusan yang ia ambil sudah benar atau tidak, tidak peduli apakah keputusannya tersebut akan menyakiti orang lain atau tidak. 

Salah satu contoh cinta buta adalah ketika seorang wanita membuat keputusan untuk bersama dengan lelaki yang telah beristri. Ia mengetahui bahwa dirinya adalah seorang selingkuhan, namun karena hati dan logikanya telah dibutakan oleh cinta, ia sudah tidak peduli lagi. Ia tidak lagi memikirkan perasaan si istri lelaki tersebut, tidak pula mementingkan harga dirinya sebagai wanita. Yang lebih parah lagi adalah ketika ia rela meninggalkan keluarganya demi lelaki tersebut. Inilah yang dinamakan dnegan cinta buta. Logikanya sudah tidak sanggup lagi berpikir dengan jernih dan hatinya sudah tidak kuasa menolak keinginan untuk bersama dengan kekasihnya.