Cinta Sejati: Keselarasan antara Kata dan Perbuatan

Seberapa banyak orang yang paham dan mengerti tentang arti cinta sejati? Mungkin tidak banyak, meski sebenarnya kata cinta sejati sangat mudah diucapkan oleh siapa saja. Misalnya ketika kamu berada dalam posisi di mana kekasihmu sedang marah kepadamu, dan kamu berkata padanya: “aku cinta kamu, tidak ada yang bisa menggantikanmu” untuk meredakan marahnya. 

Di sini, apakah kamu paham konsekuensi dari apa yang kamu katakana itu? Ketika kamu menganggap bahwa tidak ada yang bisa menggantikannya, maka sejurus kamu memperlakukannya sebagai cinta sejatimu. Meski begitu, cinta sejati tentu saja tidak sebatas kata-kata. Di balik kata-kata akan selalu ada perbuatan yang harus kamu lakukan untuk membuktikan cintamu kepadanya. Inilah makna cinta sejati.

Ada sebuah cerita yang biasanya dialami juga oleh kebanyakan orang yang sering mengumbar kata cinta sejati dengan berbagai cara. 

Suatu waktu ada seorang pria bernama Suryo. Ia adalah seorang pria tegas sekaligus sangat lemah lembut dan sepertinya merupakan tipe romantis. Ia bisa menyenangkan siapa saja yang bertukar sapa dan mengobrol dengannya, dan ia adalah tipe periang yang selalu berusaha untuk menunjukkan simpati kepada orang lain. Tipe yang mudah disukai, bukan? 

Namun di balik itu Suryo adalah juga seorang pria yang gampang sekali jatuh cinta. Teman tapi mesranya banyak, namun semuanya ia perlakukan sama: hanya sebatas teman yang bisa digombali. Ia mudah mengatakan cinta maupun “tak ada yang bisa menggantikanmu” dengan ringan saja, seolah-olah ia tidak perlu menunjukkan konsekuensi lanjutannya lewat tindakan. Ketika selesai dengan satu cinta, ia beralih ke cinta yang lain. Singkat kata begitulah ceritanya.

Tentu saja apa yang ditunjukkan oleh Suryo pada hakikatnya bukanlah sebuah tindakan yang terpuji. Sebab ia dengan gampangnya mengumbar kata mulia yang seharusnya mengiringi setiap tindakan yang menunjukkan bahwa cintanya adalah benar. Pendek kata, ia adalah pengumbar kata cinta sejati, namun tidak mengerti makna dan konsekuensi di baliknya. Jadi cinta sejati sebetulnya bukanlah sebuah kata yang harus diucapkan, melainkan sebuah entitas di mana kata akan terlihat maknanya jika dibarengi dengan perbuatan. Artinya, mungkin kamu perlu berkorban untuknya. Melakukan permintaanya sekalipun itu tidak kamu senangi. Ini adalah cara-cara sederhana untuk membuktikan bakti dan cinta kepadanya.

Di dunia ini ada banyak orang yang mudah mengumbar kata-kata penuh cinta, namun hanya sedikit orang yang mampu menunjukkan bakti dan kesetiaan kepada orang yang dicintainya. Sebaiknya kamu paham bahwa kata-kata dengan maksud untuk menyatakan cinta tidaklah lebih penting dibandingkan perbuatan yang menunjukkan bahwa kamu benar-benar mencintainya. Dengan menyandingkan kata dan perbuatan dan derajat yang sama, kamu akan benar-benar utuh sebagai makhluk yang mencintai dan pantas untuk dicintai.