Dalil dan Hadits tentang Anjuran Cinta Tanah Air

Cinta tanah air adalah suatu tindakan yang didasari atas rasa kasih sayang kepada tanah kelahiran atau tanah airnya. Perintah untuk memiliki rasa cinta tanah air biasanya ada disetiap peraturan pemerintah untuk menanamkan rasa nasionalimsme kepada masyarakatnya. 

Selain itu, Allah dan Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan kepada semua manusia untuk mencintai tanah air. Hal ini tertuang dalam dalil di dalam Al Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW. Semua perintah tersebut memiliki tujuan yang baik agar terbentuk kehidupan yang nyaman, aman, dan damai. Berikut ini merupakan dalil dan hadits yang berkenaan dengan anjuran untuk memiliki rasa cinta tanah air.

Dalil Tentang Anjuran Cinta Tanah Air

Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Saba’ ayat 15. Ayat tersebut memiliki arti “Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan aman”.

Pada dalil ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa hendaknya kita menjaga dan mencintai tanah air agar kita dapat merasa aman baik pada malam maupun siang hari. Tanah air merupakan tempat kita tinggal, sehingga sudah sewajarnya kita menjaga agar kenikmatan alam di tanah air dapat terus dinikmati dan selalu memberi sumber penghidupan yang baik untuk semua yang ada di tanah air tersebut.

Hadits Tentang Anjuran Cinta Tanah Air

Sebagai manusia yang paling dekat dengan Allah, Nabi Muhammad SAW juga banyak memberikan anjuran kepada umatnya untuk selalu mencintai tanah airnya. Nabi selalu mencintai tanah air di mana beliau tinggal. Hingga pada suatu saat Nabi diusir dari Makkah oleh kaum Kafir Quraisy, Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda “Sungguh aku diusir darimu (Makkah). Sungguh aku tahu bahwa engkau adalah Negara yang paling dicintai dan dimuliakan oleh Allah. Andai pendudukmu (kafir Quraisy) tidak mengusirku darimu, maka aku takkan meninggalkanmu (Makkah)” ( Musnad al-Haris, oleh al-Hafidz al-Haitsami 1/460).


Hadits tersebut jelas menjelaskan bagaimana cintanya Nabi Muhammad SAW kepada tanah air dan beliau sangat menginginkan untuk tetap tinggal di mana beliau berasal. Semua hadits dan perilaku Nabi merupakan hal yang wajib kita contoh dan kita lakukan. Dengan adanya hadits tersebut, Nabi menganjurkan kepada kita agar selalu cinta tanah air di mana kita berada. Jika rasa cinta kepada tanah air kuat, maka kita akan merasa nyaman dan tenang. Selain itu kita juga akan terhindar dari berbagai macam tindakan buruk yang dapat merusak tanah air. Oleh karena itu, cintailah tanah airmu agar hidup kita bahagia.