Hadits Tentang Cinta : Agar Cinta Tak Jadi Nista

Cinta merupakan anugerah yang telah diberikan Tuhan kepada setiap hamba-Nya. Semua hal tentang cinta telah digariskan dalam hadist-hadist dan ayat-ayat Tuhan. Hadits tentang cinta ini merupakan sebuah acuan yang harus dijadikan pedoman oleh manusia ketika mencinti dan dicintai. Ada banyak hadist cinta yang tealh dituliskan oleh para perawi hadist sejak jaman dahulu kala. Hadist cinta ini mengatur berbagai macam hal yang berhubungan dnegan cinta. Contohnya adalah hadist yang menganjurkan manusia untuk mencintai sesamanya secara wajar dan hadist tentang mencintai pasangan dalam suka maupun duka. Berikut penjelasannya.

Hadist Tentang Mencintai Sewajarnya

Diantara banyak hadits tentang cinta yang telah dituliskan, salah satu yang paling menarik adalah tentang mencintai secara wajar. Hal ini sangat menarik mengingat banyak orang yang telah dibutakan oleh cinta sehingga ia melupakan segala hal termasuk keluarganya. Cinta yang tulus telah dinodai oleh nafsu sehingga pada akhirnya mampu membutakan hati dan pikiran manusia. Sementara itu, dalam sebuah hadist disebutkan bahwa mencintai sesama manusia itu harus dilakukan secara wajar. Berikut ini hadist nya.

“Rosulullah Saw, bersabda, Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nati ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu.” (HR. Al-Tirmidzi).

Jika dilihat dari arti tersebut, jelaslah perintah untuk mencintai sewajarnya. Artinya, jangan sampai cinta membutakan hati. begitupun sebaliknya, ketika membenci orang lain, bencilah sewajarnya. Semua hal di dunia ini akan berubah. Orang yang kita cintai bisa menjadi seseorang yang kita benci. Sebagai contoh, ketika kita mengetahui kejelekan orang yang kita cintai, bisa saja itu membuat kita membencinya. Ketika kita membenci seseorang, bisa saja perasaan kita kemudian berubah menjadi begitu mencintainya karena kita menemukan kebaikan dalam dirinya.

Hadist Tentang Mencintai Dalam Suka Dan Duka

Selain hadist yang berisi tentang mencinti secara wajar, hadist lain yang menarik adalah hadits tentang cinta yang menyatakan bahwa dua orang yang saling mencintai itu seperti satu tubuh yang akan merasakan duka ketika yang satu terluka dan akan merasa bahagia ketika salah satunya mendapatkan kebahagiaan. Berikut ini hadistnya.

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal rasa saling mencintai, saling mengasihi, saling berkasih sayang adalah seperti satu tubuh yang ketika satu anggota tubuh itu ada yang mengeluh, maka seluruh tubuh merasa mengaduh dengan terus jaga tidak bisa tidur dan merasa panas.” (HR. Muslim).

Artinya, ketika kita mencintai seseorang, maka kita harus siap dalam setiap suka dan duka yang dialami oleh yang kita cintai tersebut. Dengan kata lain, kita dituntut untuk setia. Kita harus ada dalam masa duka dan bahagia pasangan kita. Telah banyak contoh pasangan yang memutuskan untuk mengakhiri kisah cinta mereka hanya karena salah satu dari mereka sedang mengalami musibah. Itu artinya cinta yang ada dalam hubungan tersebut bukanlah cinta yang tulus. Jika kita berpedoman pada hadist cinta dalam mencintai dan dicinta, maka cinta kita terhadap pasangan pun akan diridhai oleh Allah SWT.